Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

 

Ibu Hj. Aminatuzuhriah adalah warga desa Jambu yang bekerja sebagai pembuat kue-kue (basah atau kering), selain itu beliau juga memiliki keahlian dalam pembuatan makanan-makanan khas daerah seperti tajin sobih, nagasari, topak ladhe, siwil, sagon, kerupuk puli dan opak.(19/07) Bahkan beliau pernah diminta bapak kepala desa untuk mengikuti lomba pembuatan opak se Bangkalan dan beliau mendapatkan juara I. Beraneka ragam keahlian dalam pembuatan jajanan juga diwarisi oleh anak beliau yang bernama Ibu SITI AISYAH. Sejak kecil telah memiliki hobi dan keahlian dalam bidang masak-memasak, jika ibunya ahli dalam pembuatan kue-kue tradisional dan kerupuk berbeda dengan anaknya yang memiliki kreatifitas dalam pembuatan kue kering. Diantaranya monde (cokochips, palem, jagung), bangkit kacang, nastar dan masih banyak menu kue lain dengan varians rasa yang unik. Yang membedakan jajanan usaha keluarga Safina ini dengan pembuat kue lain adalah rasa yang benar-benar nikmat, tanpa ada bahan pengawet, pewarna dan juga tetap tahan lama (+-3bln untuk makanan kering).

Sayangnya usaha ini hanya memproduksi ketika ada pemesanan saja, sehingga tidak menentu dalam pendapatan yang diperoleh. Beliau biasanya mengalami kebanjiran order saat sebulan menjelang hari raya, musim haji dan saat musim pernikahan. Selain masa-masa itu beliau hanya berproduksi dalam skala kecil menengah. Apabila usaha ini dapat berkembang dan maju akan sangat memberikan dampak positif untuk menunjang perekonomian daerah khususnya di Jambu. Masyarakat sekitar akan dapat memiliki lapangan usaha baru tanpa jauh-jauh harus merantau keluar daerah.

Tanggal 20 Juli 2018, Ibu Aminah dan Ibu Aisyah mendaftarkan usahanya ke Dinas Kesehatan Bangkalan untuk memperoleh izin PIRT ( Produk Industri Rumah Tangga). Izin PIRT berfungsi dapat memberikan izin beredar makanan dalam kemasan, sehingga dapat dijual dan diproduksi secara besar. Izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) merupakan izin tertulis dari Pemerintah terhadap pribadi atau badan untuk mengedarkan produk pangan olahan yang diproduksi oleh usaha kecil atau menengah yang memiliki tempat usaha dengan peralatan pengolahan manual hingga semi otomatis. Dengan tujuan membantu usaha warga dalam pengurusan perizinan agar mendapatkan nomor IRT dari Dinas Kesehatan setempat. Selain usaha keluarga dapat meningkatkan perekonomian pribadi, diharapkan juga dapat memberikan lapangan kerja yang luas untuk masyarakat sekitar.

Tanggal 09 Agustus 2018, akhirnya beliau mendapatkan undangan untuk mengikuti penyuluhan dan pelatihan keamanan pangan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan UTM. Setelah mengikuti rangkaian acara dan diakhiri foto bersama sekaligus pemberian desaind produk dari KKN80 kepada Ibu Aminah dan Ibu Aisyah sebagai simbolis. Yang didukung oleh jajaran Dinas Kesehatan.



Tanggal 20 Agustus 2018, berkas dan persyaratan pengajuan PIRT sudah lengkap dan akhirnya Dinas Kesehatan melakukan survei lapangan kerumah Ibu Aminah dan Ibu Aisyah warga desa Jambu. Karena usahanya lolos dari survei maka usaha tersebut layak dan telah mendapatkan sertifikat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib