Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]


Desa jambu yang terletak di kecamatan burneh kabupaten bangkalan, merupakan desa yang penuh dengan sejarah dan bahkan tempat perjuangan bagi bangsa indonesia. Di desa jambu ini terdapat Kyai yang fenomenal yaitu Kyai Munir yang karomahnya sampai ketingkat nasional, bahkan pondok pesantrennya itu menjadi pondok pesantren yang di bangun bahkan ada di masa penajajahan. Cerita yang beredar di masyarakat Kyai Munir sangat dekat dengan sang proklamator Republik Indonesia Soekarno, dan Kyai Munir sering mengajak Soekarno ke tanah jambu ini. Nama desa jambu yang menamakan Kyai Labeng sesepuh yang di jambu namun asal muasal dari nama desa jambu sendiri masih banyak yang lupa akan sejarah desanya. Namun dahulu kala ada dua buah jambu lente yang tumbuh sekitar kuburan sesepuh buju’ Labeng .

Peninggalan Kyai Munir


Kolla

Kolla atau pemandian air yang berada di desa jambu merupakan pemandian yang penuh dengan sejarah, dahulu kala desa jambu mengalami musim panas yang panjang sehingga desa jambu mengalami kekeringan, cerita yang beredar di masyarakat tongkat Kyai Munir di tancapkan ke tanah lalu keluarlah air dari tanah hingga membentuk kolla. Namun dalam keadaannya kolla di renovasi hingga ada pembatas antara perempuan dan laki-laki, sekarang kolla menjadi tempat pemandian bagi masyarakat desa jambu, walaupun kadang ketika musim kemarau airnya sering surut itupun karena renovasi yang dilakukan somber atau keluarnya air dalam tanah tersebut terkena beton waktu pembangunan.

Buju’ Kyai Munir

Kyai Munir merupakan kyai asli yang berasal dari desa jambu, yang mempunyai pondok pesantren pertama di indonesia dengan urutan 10 besar. Hubungan Kyai Munir dengan Presiden pertama Sangatlah baik bahkan sering bermain ke desa jambu ini. Cerita yang beredar di masyarakat sebelum kemerdekaan di proklamasikan Kyai Munir sudah membentangkan bendera merah putih di pondok pesantrenya. Tempat peristirahatan Kyai Munir sering di kunjungi banyak peziarah dari luar pulau madura, bahkan ketika kamis malam peziarah bertambah banyak.  

Buju’ Labeng

Buju’ Labeng menjadi sesepuh paling awal yang berada di desa jambu ini, konon lebih awal daripada Kyai Munir, banyak yang tidak begitu tau tentang Bujuk Labeng ini namun masyaakat meyakini bahwa yang memberi nama Desa Jambu ialah Bujuk Labeng ini.



Sejarah Dusun


Dusun laok kolla

Dari wawancara yang dilakukan dengan sebagian sesepuh desa, nama laok kolla Menurut sejarah kolla tersebut berada pada jaman penjajahan. Kolla tersebut ada disebabkan apada zaman tersebut daerah ini kering dan kekurangan air. Keadaan tersebut Kyai Munir sesepuh desa mencoba menancapkan tongkatnya ke tanah, dengan izin Allah tanah tersebut keluar air yang tak kunjung habis, sehingga membentuk sebuah kolla. Kolla menjadi batas dari dusun laok kolla sendiri, dari kolla ke selatan merupakan daerah laok kolla. Orang madura khusunya masyarakat jambu sendiri menyebut selatan dalam bahasa madura berupa laok jadi dari kolla ke selatan merupakan dusun laok kolla. 

Dusun Jambu/Morkambeng

Dari wawancara yang dilakukan dengan sesepuh yang bernama mbah muksin, dusun jambu, dusun jambu sendiri memang dari dulu sampai sekarang bernama jambu, siapa yang menamakan sesepuh yang di di wawancarai tidak begitu ingat, namun mbah muksin mengatakan yang menamakan jambu dan dusun jambu itu sesepuh yang sebelumnya mbahnya kyai munir. 

Dusun berek leke

Sejarah dari nama dusun berek leke cukuplah sederhana, kolla yang ada di tengah-tengah antara dusun laok kolla dan kolla menjadi pembatas antara dusun laok kolla dengan berek leke, leke yang di maksud aliran air yang mengalir dari kolla ke sawah-sawah sehingga daerah leke ke barat menjadi dusun yang diberi nama dusun berek leke. Dulu berek leke menyatu dengan laok kolla namun dengan padatnya penduduk dan sistem yang berubah berek leke menjadi dusun sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib